June 21, 2020

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Pilih Tetap Ada Degradasi Musim Ini

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menilai rencana PSSI untuk menghapus degradasi pada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini kurang menarik. Baginya, kompetisi lebih hidup jika ada degradasi.

Sejauh ini memang opsi itu belum disahkan, namun sudah dipaparkan PSSI kepada klub Liga 1 dan Liga 2. Kompetisi sendiri rencananya dimulai kembali pada September untuk Liga 1, dan Oktober untuk Liga 2.

“Ada kabar kompetisi musim ini tanpa degradasi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini bukan opsi yang ada dalam opini saya,” beber pelatih asal Belanda tersebut, Minggu (21/6).

“Karena akan menjadi lebih menarik jika ada kualifikasi tim degradasi dari klub yang ada di sekitar papan bawah,” sambung mantan pelatih Arema FC dan PSM Makassar itu.

Robert punya skema tersendiri soal degradasi. Menurutnya, empat tim terbawah Liga 1 bisa memainkan laga play-off, bersama dengan dua tim teratas dari Liga 2. Sehingga, ada enam tim yang berebut slot Liga 1.

Dari enam tim yang terdiri dari empat tim Liga 1 dan dua tim Liga 2 tersebut, bisa berusaha menjadi empat teratas. Sehingga pada akhirnya, akan ada dua tim dari enam tersebut yang akhirnya harus bermain di Liga 2 2021.

“Akan menarik jika ada tim yang berusaha menghindari posisi empat terbawah, dan tim dari Liga 2 juga akan berusaha menempati posisi dua besar untuk memperjuangkan tempat di Liga 1, itu yang saya tawarkan,” urai Robert.

Konsep yang ditawarkan Robert memang sebenarnya cukup rumit jika mengingat bagaimana Liga 2 2020 akan dilaksanakan kembali. Jika sesuai rencana PSSI, Liga 2 2020 akan dibagi empat grup, yang masing-masing dihuni enam tim.

Bagaimana pun, Robert berharap segera ada kejelasan soal bagaimana kompetisi musim ini bakal dilanjutkan. Menurutnya, federasi dan operator kompetisi harus benar-benar serius mencari formula terbaik untuk kelangsungan liga.

“Saya rasa ini suatu hal yang perlu dilakukan karena mereka setiap hari bekerja di lapangan, dan harus ada dialog yang lebih serius. Saya pikir masukan dari pelatih juga penting dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh otoritas,” tutupnya.